Mochamad Rizky Apriansyah

Senin, 31 Desember 2018

Budaya Indonesia Belum dihargai masyarakat indonesia, para budayawan sedih dengan anak muda jaman now!



PENGARUH BUDAYA KOREA TERHADAP


JATI DIRI DI NEGARA INDONESIA










ASSALAMUALAIKUM WR.WB


Pertama kita perlu bahas apa itu *BUDAYA*?


nahh Budaya itu adalah Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.


Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.


Namun apadaya Budaya Bangsa Indonesia sudah hampir punah jadi generasi muda yang akan itu tidak ada yang mewarisi budaya indonesia yang sangat ragam, saya juga kenapa bangsa indonesia itu ga konsisten terhadap negara indonesia, sekarang apa apa k-pop lah apa lah sampe sampe fisik dari kaum hawa itu sudah 75% terpengaruh budaya dari korea nah budaya korea ini akan saya bahas dari mana mula nya budaya korea bisa masuk di indonesia (hmmm)






nahh ini dia


Apa itu Hallyu??


Hallyu atau Korean Wave (Hangul: 한류; Hanja韓流RR: Hallyu, bahasa Indonesia: "Gelombang Korea") adalah istilah yang diberikan untuk tersebarnya budaya pop Korea secara global di berbagai negara di dunia. Umumnya Hallyu memicu banyak orang-orang di negara tersebut untuk mempelajari Bahasa Korea dan kebudayaan Korea.




Awal mula
Kegemaran akan budaya pop Korea dimulai di Republik Rakyat Cina dan Asia Tenggara mulai akhir 1990-an. Istilah Hanliu (韓流, Bahasa Korea:한류;Hallyu) diadopsi oleh media Cina setelah album musik pop Korea, HOT, dirilis di Cina.Serial drama TV Korea mulai diputar di Cina dan menyebar ke negara-negara lain seperti HongkongVietnamThailandIndonesiaFilipinaAmerika SerikatAmerika Latin dan Timur Tengah. Pada saat ini, Hallyu diikuti dengan banyaknya perhatian akan produk Korea Selatan, seperti masakanbarang elektronikmusik dan film.Fenomena ini turut mempromosikan Bahasa Korea dan budaya. Korea ke berbagai negara. Pemerintahan korea sendiri sangat mendukung dan memiliki peran dalam mewabahnya hallyu. Dukungan tersebut diwujudkan dengan menghindarkan diri dari gempuran industri entertaiment dari barat. Hal ini menjadikan orang korea sendirilah yang harus menciptakan produk-produk media massanya sendiri. Selain itu dukungan dari pemerintah juga diwujudkan melalui berbagai event seni seperti festival-festival film dan music bertaraf. Internasional.


Sebagai satu-satunya negara di Asia (kecuali ndia) yang pangsa pasar filmdomestiknya sekitar 40% (Cine21. No: 315, August 2001).Bila hampir semua negara di dunia ini industri perfilmannya didominasi olehfilm-film Hollywood, tidak demikian halnya dengan Korea. Banyak yangmenganggap bahwa perfilman Korea mengalami renaissance(Rhee, 2001)
sejalandengan semakin meluasnya pengaruh budaya pop Korea di negara-negara lain.4. Perfilman Korea di Tengah Fenomena Hallyu
Dalam bagian ini, dipaparkan bagaimana kondisi perfilman Korea membantumendukung fenomenaHallyu itu sendiri.Pertama, patut diketahui bahwa film-film Korea telah sejak tahun 1998 mulaimenunjukkan tanda-tanda yang membaik dalam arti banyak orang Korea yang mulaimenyukai film-film nasionalnya. Dari 10 film yang terlaris sejak tahun itu, 3 sampai di antaranya adalah film buatan Korea sendiri, bahkan beberapa di antaranyamenempati tempat teratas. Dalam hal ini, bahkan Perancis sebagai salah satu pembuatfilm terbesar pun kalah dalam hal jumlah penonton dalam negeri sendiri.Satu ilustrasi yang bisa menggambarkan fakta ini adalah kalahnya film Titanic(4,7 juta penonton) dengan film dalam negeri berjudul Shiri yang berhasil meraih 5,78 juta penonton (The Korea Herald , 24 November 1999). Walaupun banyak kalanganyang meragukan kelangsungan kesuksesan film-film Korea di tahun tahun berikutnya,fakta menunjukkan bahwa sampai tahun 2004 ini, setiap tahun selalu ada film-filmdalam negeri yang menjadi box office dan menempati urutan teratas dalam perolehan jumlah penonton dibandingkan dengan film-film Hollywood. Mengekor kesuksesanfilm tersebut, satu film Korea yang mencapai rekor pada tahun 2001 adalah filmJinku‘Friend’ yang berhasil menarik 8 juta penonton (Cine21: No. 315, August 2001).
Kemudian, pada tahun 2003 terdapat satu film lagi, yaituSimildo yang berhasilmenarik lebih dari 10 juta penonton.Walaupun bisa dikatakan bahwa mutu film-film Korea sudah sangat berkembang dan bisa bersaing dengan produk Hollywood, terlepas dari masalah mutufilm-film yang terus diproduksi, film Korea telah menjadi salah satu pilihan hiburanmasyarakat Korea.Preferensi masyarakat Korea untuk menonton filmnya sendiri bisa dilihatsebagai tanda bahwa menonton film buatan dalam negeri yang box-office telahmenjadi semacam
social integrator dalam kehidupan seseorang (Nugroho, SurayAgung, 2002). Film dalam negeri yang sedang populer merupakan bahan percakapanyang umum. Hal yang sama pernah terjadi di Indonesia tatkala film “Ada Apa denganCinta (AADC)” sukses luar biasa dengan banyaknya jumlah penonton. Mulai saatitulah banyak orang yang mulai menjadikan AADC ini sebagai bahan pembicaraan.Apa yang terjadi di Korea menggambarkan bahwa film Korea sebagai salahsatu budaya pop telah membentuk suatu mass culture di masyarakat Korea. Di lihatdari kacamata lain, perfilman Korea yang sedang booming di negeri sendiri itu telahmenjadi semacam prestise dalam menaikkan gengsi negara Korea mengingat tidak banyak negara yang berhasil menaklukkan penetrasi kekuatan Hollywood.Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir ini, film Korea juga berhasilmendapat tempat di beberapa negara asing seperti China, Jepang, Vietnam, Malaysia, bahkan beberapa negara Eropa dan Amerika (Pacquet, 2002). Beberapa film Koreamulai dibeli hak ciptanya untuk di remake dalam versi Hollywood. Tahun 2001sebuah film berjudul My Wife is a Gangster dibeli hak ciptanya oleh Miramax sehargaUS$1,1 juta, suatu nilai yang sangat besar yang pernah diterima oleh film Korea(Pacquet, 2001b). Film-film lain yang juga telah dibeli hak ciptanya oleh Hollywood adalah My Sassy Girl and Hi, Dharma (Pacquet, 2002a). Ketiga film tersebut telah
11 dijual luas di Indonesia dalam bentuk VCD maupun DVD asli. Hal ini menunjukkan pula bahwa film Korea telah mampu bersaing dengan produk raksasa perfilman dunia —Hollywood.
Dampak Positif:
Meninspirasi dunia music Indonesia menjadi lebih bewarna.
Kecitaan terhadap music semakin tinggi
Style berpakaian yang modis, gaya rambut, aksesoris yang lebih bervariasi dan beraneka ragam
Menambah devisa Negara.
Mempererat hubungan kerjasama diplomatic Indonesia-Korea.
Selain dampak positif ada juga dampak negatif yang ditimbulkan oleh masuknya budaya korea :
1. Acuh tak acuh terhadap budaya tradisional Indonesia
2. Lebih menyukai budaya korea ketimbang budaya asli Indonesia yang bersifat monoton.
3. Terlalu fanatik terhadap boyband atau girlband sehingga melupakan kewajiabannya misalnya seorang pelajar rela bolos sekolah demi melihat artis korea yang datang berkunjung ke Indonesia.
4. Meniru gaya hidup dari artis-artis korea yang tidak sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia.
Oleh karena itu bangsa indonesia harus mengubah pandangan budaya indonesia bahwa indonesia itu punya budaya yang lebih menarik dengan cara apa?
dengara cara melestarikan kepada generasi muda yang akan mengubah pandangan budaya indonesia di kanca internasil seperti tarian tradisional dan ada juga lebih membahagiakan lagi Band Tradisional Ynag sudah Keliling Dunia seperti Erop, Asian, dan dll yaitu BABENDJO itu sebuah sebuah budaya indonesia kolabrasi alat tradisional ANGKLUNG dan GAMBANG
saya sangat bangga dengan band ini telah mengubah indonesia lebih dikenal seni musk tradisional yang sangat kental

sekian terimakasih jikalau post kurang baik mohon maaf
Wassalamualaikum Wr.Wb
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Informatics Engineering Gunadarma University'13

Universitas Gunadarma

Universitas Gunadarma
Universitas Gunadarma

Baak Universitas Gunadarma

Baak Universitas Gunadarma
BAAK Gunadarma

Studentsite Universitas Gunadarma

Studentsite Universitas Gunadarma
Studentsite Gunadarma

Library Universitas Gunadarma

Library Universitas Gunadarma
Library Gunadarma

Pages

Blog Archive