Kelompok 11
Arijal Chairul
Rahman (51413351)
Egi Dwi
Septian (52413791)
M. Rizky A
(55413667)
Kelas : 4IA04
CASH FLOW
A. Pengertian
Cash Flow
(Arus Kas) merupakan laporan keuangan yang berisikan banyak hal yaitu pengaruh
kas dari kegiatan operasi, transaksi investasi dan juga transaksi
pembiayaan/pendanaan termasuk peningkatan atau penurunan kas bersih perusahaan
selama satu periode.
“Arus kas
adalah arus masuk dan arus keluar kas atau setara kas. Laporan arus kas
merupakan revisi dari mana uang kas diperoleh perusahaan dan bagaimana mereka
membelanjakannya. Laporan arus kas merupakan ringkasan dari penerimaan dan
pengeluaran kas perusahaan selama periode tertentu (biasanya satu tahun buku).”
PSAK No.2 (2002 :5)
B. Peranan
Cashflow sering diibaratkan sebagai darah dari suatu perusahaan. Di dalam
perusahaan, cashflow biasanya digunakan untuk menggambarkan kondisi keuangan
suatu perusahaan, pergerakan cashflow memberikan prediksi tentang cukup atau
tidaknya kekuatan dana perusahaan dimasa yang akan datang dalam menjalankan
operasional usaha. Cashflow mengatur suatu perencanaan dana yang akan masuk dan
dana yang akan keluar dalam suatu periode bulan maupun tahun, sampai realisasi
dana masuk dan keluar terjadi. Cashflow dapat mempermudah manager keuangan
dalam mengatur dan mengawasi keuangan suatu perusahaan, sehingga management
cashflow yang baik dapat memberikan peran positif di dalam suatu perusahaan.
C. Metoda atau
Bentuk Penyajian Cash Flow
Penyajian
cashflow terdapat 2 cara, yaitu :
1. Metoda
secara Langsung
Di dalam
metode ini cashflow kegiatan operasional diperjelas menjadi aus kas masuk dan
arus kas keluar, dan dilanjutkan kedalam beberapa macam penerimaan atau
pengeluaran kas.
2. Metoda
secara Tidak Langsung
Di dalam
metode ini cashflow kegiatan operasinal memerlukan terlebih dahulu pemeriksaan
keuntungan bersih yang sudah dilaporkan didalam laporan laba rugi, dengan
bermacam-macam hal seperti biaya penyusutan, peningkatan harta lancar dan
hutang lancar akibat pengeluaran investasi.
Contoh
Penyajian Cash Flow :
D. Cara
Pembuatan Cash Flow
Langkah-langkah
penyusunan cashflow dengan cara sistematis yang bisa digunakan untuk melakukan
analisis laporan laba/rugi adalah sebagai berikut :
1. Mengkalkulasi
jumlah perubahan saldo dari uang kas selama satu periode. Jika jumlah kas pada
aktivitas operasi, pendanaan, dan inverstasi belum setara dengan jumlah
perubahan saldo kas selama satu periode, maka laporan arus kas menjadi tidak
sempurna.
2. Menghapus
keuntungan dan juga kerugian yang bekesinambungan dengan kegiatan keuangan dan
juga investasi agar tidak dicatat berkali-kali.
3. Menghapus
beban non kas
4. Mencocokan
perubahan saldo hutang jangka pendek dan aktiva lancar
5. Melakukan
pemeriksaan perubahan aktiva jangka panjang yang tertuju kepada arus kas dan
aktivitas investasi yang dilakukan oleh suatu perusahaan, seperti perubahan
,penambahan alat perusahaan.
6. Melakukan
Analisa dampak dari berubahan hutang jangka panjang dan modal pemegang saham
terhadap arus kas perusahaan dari aktivitas pendanaan, dalam aktivitas tersebut
termasuk dalam transaksi-transaksi dalam meminjam atau membayar pinjaman, dan
pengeluaran atau membeli kembali saham.
7. Mengkalkulasikan
aktivitas kas bersih dari operasional, investasi, dan pendanaan yang jumlahnya
tidak boleh berbeda dengan perkiraan kas seperti yang di hitung dalam langkah
pertama. Lalu di lakukan penyusunan laporan kas yang formal termasuk
keseluruhan arus kas masuk dan keluar berdasarkan aktivitas operasional,
investasi, dan pendanaan.
8. Memberikan
sebuah pengungkapan tambahan, dari transaksi investasi dan pendanaan yang tidak
menggunakan kas, yang akan dibuat diluar laporan kas.
Penyusunan
laporan cashflow akan akurat jika tidak ada kesalahan dalam melakukan
pencatatan kas arus masuk dan kas arus keluar.
Sumber :





0 komentar:
Posting Komentar