Tugas Organisasi Sistem Komputer

Disusun Oleh
:
1.
Lutfi Apriliadi 55413076
2.
Mohamad Hafiz 55413592
3.
Muchamad Rizky A 55413667
4.
Muhammad Irfan R 56413006
5.
Nanda Tri Pamungkas 56413331
UNIVERSITAS
GUNADARMA
2014
KATA
PENGANTAR
Assalamu’alaikum
warahmatullahi wabarakatuh. Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kami
kemudahan sehingga dapat menyelesaikan makalah ini. Tanpa pertolongan-Nya mungkin
penyusun tidak akan sanggup menyelesaikannya dengan baik. Shalawat dan salam
semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita yakni Nabi Muhammad SAW.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang “Rangkaian Sequensial” yang kami bahas pada mata kuliah Organisasi Sistem Komputer, yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang “Rangkaian Sequensial” yang kami bahas pada mata kuliah Organisasi Sistem Komputer, yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.
Semoga
makalah ini dapat memberikan pengetahuan yang lebih luas kepada pembaca.
Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun membutuhkan
kritik dan saran dari pembaca yang membangun. Terima kasih.
Depok,
30 Oktober 2014
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
LATAR
BELAKANG
Implementasi fungsi gerbang logika pada rangkaian dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah rangkaian sequensial. Rangkaian rangkaian sekuensial mempunyai keluaran yang ditentukan oleh masukan saat itu dan keadaan rangkaian sebelumnya.
Implementasi fungsi gerbang logika pada rangkaian dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah rangkaian sequensial. Rangkaian rangkaian sekuensial mempunyai keluaran yang ditentukan oleh masukan saat itu dan keadaan rangkaian sebelumnya.
1.2
RUMUSAN
MASALAH
1. Apakah yang dimaksud dengan rangkaian
sequensial itu?
2. Apakah pengertian flip flop?
3. Apa saja Golongan flip flop ?
1.3
MAKSUD
DAN TUJUAN
1. Menjelaskan tentang Rangkaian Sequensial
2. Menjelaskan pengertian flip flop
3. Menjelaskan Golongan Flip Flop
BAB II
PEMBAHASAN
Rangkaian Sequensial
Rangkaian logika
di kelompokkan
dalam
2
kelompok
besar, yaitu
rangkaian logika kombinasional dan rangkaian logika sekuensial. Bentuk dasar dari rangkaian logika kombinasional adalah gerbang logika
dan rangkaian logika sekuensial adalah rangkaian flip-flop. Rangkaian logika sekuensial sangat bermanfaat karena karakteristik memorinya.
Flip-flop
juga di sebut kancing, multivibrator
bistabil atau biner,
yaitu multivibrator yang keluarannya berupa
suatu tegangan rendah (0) atau tinggi
(1), selama belum ada masukan yang merubah keadaan tersebut. Rangkaian
yang bersangkutan harus di
drive oleh satu masukan yang di sebut pemicu (trigger), keadaan tersebut akan berubah kembali bila ada masukan pemicu lagi.
Flip-flop di interkoneksikan untuk membentuk rangkaian logika sekuensial untuk penyimpanan,
pewaktu, penghitung dan pengurutan (sequencing).
Berdasarkan
cara
penyimpanannya flip-flop dapat di golongkan atas :
§ RS flip-flop
§ JK flip-flop
§ D flip-flop
§ T flip-flop
§ Master-slave flip-flop
Flip-Flop RS
Kebanyakan flip-flop
dasar di sebut flip-flop
RS. Flip-flop ini mempunyai 2
masukan yang di beri label dengan set (S) dan reset (R),
flip-flop
RS mempunyai masukan rendah aktif pada masukan S dan R. Tidak seperti gerbang logika, flip- flop
mempuyai
2
komplementer, keluaran tersebut
di
beri label
Q
dan Q’, keluaran Q di anggap merupakan keluaran normal dan paling
sering di gunakan. Keluaran lain Q merupakan merupakan komplemen
dari keluaran Q dan di sebut
juga keluaran komplementer. Pada kondisi normal, keluaran-keluaran ini selalu
merupakan komplementer, dengan demikian bila Q = 1 maka Q’ = 0, atau bila Q
=
0 maka Q’ = 1 .
S
1 Q
R 2 Q
RS flip-flop dengan menggunakan
Gerbang-gerbang NAND
|
Mode
Operasi
|
Masukan
|
Keluaran
|
||
|
S
|
R
|
Q
|
Q’
|
|
|
Larangan
|
0
|
0
|
1
|
0
|
|
Set
|
0
|
1
|
1
|
0
|
|
Reset
|
1
|
0
|
0
|
1
|
|
Tetap
|
1
|
1
|
Tidak
berubah
|
|
Tabel
kebenaran RS flip-flop
Gambar Flip – flop RS di rangkaikan dari dua gerbang NAND seperti di atas, karakteristik
yang ada dari keluaran
satu
gerbang NAND
ke masukan gerbang lainnya. Sama
halnya dengan gerbang logika, tabel kebenaran
merupakan penentuan operasi RS flip-flop
ini. Baris 1 pada tabel kebenaran itu di sebut
keadaan terlarang dalam arti bahwa keadaan tersebut
memungkinkan kedua
keluaran menjadi 1 atau tinggi,
kondisi ini tidak di gunakan pada flip-flop
RS. Baris 2 pada tabel tersebut menunjukkan kondisi
set dari flip-flop. Di sini,
level rendah atau logika
0 mengaktifkan
masukan set (S). Logika 0 ini mengeset
keluaran Q normal menjadi tinggi atau 1,
seperti di tunjukkan pada tabel kebenaran. Kemudian kondisi set
ini akan terlihat bila menganalisa
gambar rangkaian rs flip-flop dengan gerbang NAND. Logika 0 pada gerbang 1
membangkitkan 1 pada keluaran. Logika 1 ini di masukkan kembali ke gerbang
2, sekarang gerbang 2 mempunyai dua
logika 1 yang di masukkan pada masukannya, sehingga
mendorong keluaran menjadi 0. Maka
keluaran
Q’
menjadi
0 atau rendah, kemudian baris 3 pada tabel merupakan kondisi reset. Level rendah atau logika 0 mengaktifkan masukan reset
tersebut.
Hal ini akan
mereset keluaran normal Q menjadi 0. Kemudian baris ke 4
dari
tabel tersebut
menunjukkan kondisi
tak terbuka atau tetap dari flip-flop RS, keluaran masih
tetap
seperti keadaan sebelum
terjadi kondisi
tetap.
Jadi tidak terdapat
perubahan keluaran dari
keadaan
sebelumnya.
Bisa di simpulkan, bila tabel kebenaran di atas yang menunjukkan kondisi
set, hal ini berarti pengesetan keluaran Q menjadi
1. Begitu pula, kondisi reset
berarti di reset dan keluaran Q menjadi 0. Dengan demikian berarti kondisi
operasi menunjuk pada keluaran normal dan bahwa keluaran komplementer (Q) adalah berlawanan dengan keluaran tersebut, oleh karena itu fungsi flip-flop
R 0
Detak
(Clocked) Flip-Flop RS
Flip-flop RS yang berdetak menambahkan suatu sifat suatu sifat sinkron
yang berguna untuk kancing RS. Flip-flop RS yang berdetak akan beroperasi
serempak
dengan detak atau piranti pewaktu atau beroperasi
secara sinkron.
3
CK
R 4
RS flip-flop menggunakan
Gerbang-gerbang NAND Dengan Clocked
Gambar di atas mengilustrasikan 2 gerbang NAND yang di tambahkan pada
Latch RS (flip-flop) untuk membentuk flip-flop RS yang berdetak. Gerbang NAND
3 dan 4 menambahkan sifat
berdetak pada kancing RS tersebut, kemudian dengan adanya gerbang 1 dan 2 menyebabkan terbentuknya kancing RS atau flip-flop. Oleh karena pembalikan gerbang 3 dan 4, maka sekarang masukan
reset (R) menjadi masukan tinggi
aktif. Masukan detak (CK) memacu flip-flop
bila pulsa detak menjadi tinggi, flip-flop RS yang berdetak di katakan sebagai
suatu peralatan level yang di pacu. Setiap kali pulsa detak menjadi tinggi, maka
informasi pada masukan data (R dan S) akan di pindahkan ke keluaran. Bahwa masukan-masukan R dan S adalah aktif selama
keseluruhan waktu level pulsa
detak tinggi. Level tinggi
dari pulsa detak ini
di anggap suatu
pulsa
pembuka.
|
Mode
Operasi
|
Masukan
|
Keluaran
|
|||
|
CK
|
S
|
R
|
Q
|
Q’
|
|
|
Tetap
|
|
0
|
0
|
Tidak
berubah
|
|
|
Reset
|
|
0
|
1
|
0
|
1
|
|
Set
|
|
1
|
0
|
1
|
0
|
|
Terlarang
|
|
1
|
1
|
1
|
1
|

1
|
||||||||||||||||||||||
Q
0
Flip-flop
ini mempunyai 2 masukan yaitu masukan data
tunggal (D) dan
masukan (CK), flip-flp D sering di sebut sebagai flip-flop tunda. Adapun bentuk masukan data (D),
masukan tersebut akan tertunda
selama satu pulsa detak
untuk mencapai keluaran normal (Q), lalu data di pindahkan ke keluaran pada transisi pulsa detak
rendah
ke tinggi.
|
Data Q
Detak
Q
|
CK
|
D
|
Q
|
Q’
|
|
0
|
X
|
0
|
1
|
|
1
|
0
|
0
|
1
|
|
1
|
1
|
1
|
0
|
Rangkaian D flip-flop Dan Tabel Kebenarannya.
Berdasarkan dengan tabel kebenaran di atas, x = don’t
care atau 1 atau 0,D flip-
flop hanya meyimpan data
1 bit. Pada baris 1 pada tabel kebenaran menyatakan D dan CK dalam keadaan sama yakni level rendah dan menghasilkan keluaran
rendah pula, kemudian baris 2 saat clock menjadi logika 1 atau level tinggi dan D masih dalam keadaan level rendah, maka keluaran tetap dalam keadaan rendah atau logika 0. Lalu pada baris ke 3 masukan CK dan D sama-sama dalam
keadaan tinggi sehingga menyebabkan Q menjadi 1.
D 0
CK 0
Q 0
Diagram waktu D Flip-flop
3.4 JK Flip-Flop
J J Q FF
Detak CK|
Mode
Operasi
|
Masukan
|
Keluaran
|
|||
|
CK
|
J
|
K
|
Q
|
Q’
|
|
|
NC
|
|
0
|
0
|
Tidak
berubah
|
|
|
Reset
|
|
0
|
1
|
0
|
1
|
|
Set
|
|
1
|
0
|
1
|
0
|
|
Togel
|
|
1
|
1
|
Keadaan
Berlawanan
|
|
NC = No change
atau
tetap pada nilai terakhirnya
Togel = Keadaan berlawanan dari
input sebelumnya atau berpindah
ke keadaan lawannya
Berdasarkan mode operasi pada tabel kebenaran di atas, baris ke 1
menunjukkan kondisi tetap atau kondisi terbuka
karena
masukan J dan K adalah rendah. Kondisi reset dari flip-flop di tunjukkan pada baris 2, bila J = 0 dan K =
1 serta pulsa detak datang pada masukan CK, maka flip-flop tersebut di reset
(Q = 0). Baris ke 3 menunjukkan kondisi set
dari
flip-flopJK, bila J = 1 dan K =
0 serta terdapat pulsa detak, maka keleuaran Q di set
menjadi 1. Kemudian baris
4 dalam kondisi
yang sangat berguna dari flip-flop JK, kondisi ini di sebut
posisi togel
(Toggle), bila masukan J dan
K
keduanya sama-sama tinggi, maka keluaran akan berlawanan dengan
keadan waktu pulsa tiba pada masukan CK.
1
1
3.5 T Flip-Flop
Adalah di mana outputnya akan selalu berubah pada saat input datang
yaitu input di buat bergerak dari
1 ke 0 (nol).

1
0
output berubah terhadap input bergerak dari 0 ke 1.
|
CLOCK
|
T
|
Q
|
Q’
|
|
|
0
|
1
|
0
|
|
|
1
|
0
|
0
|
|
|
0
|
1
|
0
|
|
|
1
|
0
|
1
|
True Table T Flip – Flop
BAB
III. PENUTUP
Kesimpulan
Rangkaian sekuensial mempunyai keluaran
yang ditentukan oleh masukan saat itu dan keadaan rangkaian sebelumnya.
Dalam
bab ini akan dibahas tentang perancangan rangkaian sekuensial sinkron.
Rangkaian ini bersifat sekuensial, yaitu keluaran rangkaian tergantung dari
keadaan rangkaian sebelumnya dan membutuhkan elemen penyimpan berupa flip-flop.
Rangkaian bersifat sinkron karena perilaku rangkaian dibangkitkan oleh transisi
sumber detak yang sama, yaitu sinyal Clk
Saran
Pada pembahasan kelompok kami ini butuh konsentrasi dan
pemahaman logika yang baik. Karena dengan teliti maka akan lebih mudah
mengerjakan soal logika yang ada pada rangkaian kombinasional ini. Kemudian
harus mengerti perbedaan ditiap macamnya serta aturannya. Maka kita akan lebih
mudah memahami.




0 komentar:
Posting Komentar