Mochamad Rizky Apriansyah

Selasa, 28 Oktober 2014

RANGKAIAN SEQUENSIAL

Tugas Organisasi Sistem Komputer


















Disusun Oleh :
1.    Lutfi Apriliadi                                  55413076
2.    Mohamad Hafiz                               55413592
3.    Muchamad Rizky A                           55413667
4.    Muhammad Irfan R                          56413006
5.    Nanda Tri Pamungkas                      56413331




   UNIVERSITAS GUNADARMA
               2014
 
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kami kemudahan sehingga dapat menyelesaikan makalah ini. Tanpa pertolongan-Nya mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikannya dengan baik. Shalawat dan salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita yakni Nabi Muhammad SAW.

Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang “Rangkaian Sequensial” yang kami bahas pada mata kuliah Organisasi Sistem Komputer, yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.
Semoga makalah ini dapat memberikan pengetahuan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun membutuhkan kritik dan saran dari pembaca yang membangun. Terima kasih.
       



Depok, 30 Oktober 2014




Penyusun


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  LATAR BELAKANG
Implementasi fungsi gerbang logika pada rangkaian dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah rangkaian sequensial. Rangkaian rangkaian sekuensial
 mempunyai keluaran yang ditentukan oleh masukan saat itu dan keadaan rangkaian sebelumnya.

1.2  RUMUSAN MASALAH
1.      Apakah yang dimaksud dengan rangkaian sequensial itu?
2.      Apakah pengertian flip flop?
3.      Apa saja Golongan flip flop ?

1.3  MAKSUD DAN TUJUAN
1.      Menjelaskan tentang Rangkaian Sequensial
2.      Menjelaskan pengertian flip flop
3.      Menjelaskan Golongan Flip Flop









BAB II
PEMBAHASAN


Rangkaian Sequensial


Rangkaian  logika  di  kelompokkan  dalam  2  kelompok  besar,  yaitu rangkaian logika kombinasional dan rangkaian logika sekuensial. Bentuk dasar dari rangkaian logika kombinasional adalah gerbang logika dan rangkaian logika sekuensial adalah rangkaian flip-flop. Rangkaian logika sekuensial sangat bermanfaat karena karakteristik memorinya.
Flip-flop juga di sebut kancing, multivibrator bistabil atau biner, yaitu multivibrator yang keluarannya berupa suatu tegangan rendah (0) atau tinggi (1), selama belum ada masukan yang merubah keadaan tersebut. Rangkaian yang bersangkutan harus di drive oleh satu masukan yang di sebut pemicu (trigger), keadaan tersebut akan berubah kembali bila ada masukan pemicu lagi. Flip-flop di interkoneksikan untuk membentuk rangkaian logika sekuensial untuk penyimpanan, pewaktu, penghitung dan pengurutan (sequencing).
Berdasarkan cara penyimpanannya flip-flop dapat di golongkan atas :

§    RS flip-flop

§    JK flip-flop

§    D flip-flop

§    T flip-flop

§    Master-slave flip-flop



Flip-Flop RS

Kebanyakan flip-flop dasar di sebut flip-flop RS. Flip-flop ini mempunyai 2 masukan yang di beri label dengan set (S) dan reset (R), flip-flop RS mempunyai masukan rendah aktif pada masukan S dan R. Tidak seperti gerbang logika, flip- flop  mempuyai  2  komplementer,  keluaran  tersebut  di  beri  label  Q  dan  Q’, keluaran Q di anggap merupakan keluaran normal dan paling sering di gunakan. Keluaran lain Q merupakan merupakan komplemen dari keluaran Q dan di sebut juga keluaran komplementer. Pada kondisi normal, keluaran-keluaran ini selalu


merupakan komplementer, dengan demikian bila Q = 1 maka Q’ = 0, atau bila Q

= 0 maka Q’ = 1 .






S
     1              Q




R          2              Q




RS flip-flop dengan menggunakan

Gerbang-gerbang NAND







Mode

Operasi
Masukan
Keluaran

S

R

Q

Q’
Larangan
0
0
1
0
Set
0
1
1
0
Reset
1
0
0
1
Tetap
1
1
Tidak berubah
Tabel kebenaran RS flip-flop



Gambar Flip flop RS di rangkaikan dari dua gerbang NAND seperti di atas,  karakteristik  yang ada  dari keluaran  satu  gerbang NAND  ke  masukan gerbang lainnya. Sama halnya dengan gerbang logika, tabel kebenaran merupakan penentuan operasi RS flip-flop ini. Baris 1 pada tabel kebenaran itu di sebut keadaan terlarang dalam arti bahwa keadaan tersebut memungkinkan kedua keluaran menjadi 1 atau tinggi, kondisi ini tidak di gunakan pada flip-flop RS. Baris 2 pada tabel tersebut menunjukkan kondisi set dari flip-flop. Di sini,


level rendah atau logika 0 mengaktifkan masukan set (S). Logika 0 ini mengeset keluaran Q normal menjadi tinggi   atau 1, seperti di tunjukkan pada tabel kebenaran. Kemudian kondisi set ini akan terlihat bila menganalisa gambar rangkaian rs flip-flop dengan gerbang NAND. Logika 0 pada gerbang 1 membangkitkan 1 pada keluaran. Logika 1 ini di masukkan kembali ke gerbang
2, sekarang gerbang 2 mempunyai dua logika 1 yang di masukkan pada masukannyasehingga  mendorong  keluaran  menjadi  0.  Maka  keluaran  Q’ menjadi 0 atau rendah, kemudian baris 3 pada tabel merupakan kondisi reset. Level rendah atau logika 0 mengaktifkan masukan reset tersebut. Hal ini akan mereset keluaran normal Q menjadi 0. Kemudian baris ke 4 dari tabel tersebut menunjukkan kondisi tak terbuka atau tetap dari flip-flop RS, keluaran masih tetaseperti  keadaan  sebelum  terjadi  kondisi  tetap.  Jadi  tidak  terdapat perubahan keluaran dari keadaan sebelumnya.
Bisa di simpulkan, bila tabel kebenaran di atas yang menunjukkan kondisi

set, hal ini berarti pengesetan keluaran Q menjadi 1. Begitu pula, kondisi reset berarti di reset dan keluaran Q menjadi 0. Dengan demikian berarti kondisi operasi menunjuk pada keluaran normal dan bahwa keluaran komplementer (Q) adalah berlawanan dengan keluaran tersebut, oleh karena itu fungsi flip-flop
yang memegang data sementara, maka flip-flop di sebut kancing RS.

1

R                                                       0

1 s                                                       0
Q                                                       1

0

1

Q                                                       0



Diagram Waktu RS Flip-Flop


Detak (Clocked) Flip-Flop RS


Flip-flop RS yang berdetak menambahkan suatu sifat suatu sifat sinkron yang berguna untuk kancing RS. Flip-flop RS yang berdetak akan beroperasi
serempak dengan detak atau piranti pewaktu atau beroperasi secara sinkron.






3
     1              Q

CK



R          4




RS flip-flop menggunakan Gerbang-gerbang NAND Dengan Clocked




Gambar di atas mengilustrasikan 2 gerbang NAND yang di tambahkan pada

Latch RS (flip-flop) untuk membentuk flip-flop RS yang berdetak. Gerbang NAND

3 dan 4 menambahkan sifat berdetak pada kancing RS tersebut, kemudian dengan adanya gerbang 1 dan 2 menyebabkan terbentuknya kancing RS atau flip-flop. Oleh karena pembalikan gerbang 3 dan 4, maka sekarang masukan reset (R) menjadi masukan tinggi aktif. Masukan detak (CK) memacu flip-flop bila pulsa detak menjadi tinggi, flip-flop RS yang berdetak di katakan sebagai suatu peralatan level yang di pacu. Setiap kali pulsa detak menjadi tinggi, maka informasi pada masukan data (R dan S) akan di pindahkan ke keluaran. Bahwa masukan-masukan R dan S adalah aktif selama keseluruhan waktu level pulsa detak tinggi. Level tinggi dari pulsa detak ini di anggap suatu pulsa pembuka.




Mode

Operasi
Masukan
Keluaran

CK

S

R

Q

Q’
Tetap

0
0
Tidak berubah
Reset

0
1
0
1
Set

1
0
1
0
Terlarang
 
1
1
1
1
Tabel kebenaran RS flip-flop dengan clocked



1
CK                                                           0


1

R                                                           0

1

S                                                           0

1











 
Q                                                           0




Diagram Waktu RS Flip-Flop Dengan Clocked



D Flip-Flop

Flip-flop ini mempunyai 2 masukan yaitu masukan data tunggal (D) dan masukan (CK), flip-flp D sering di sebut sebagai flip-flop tunda. Adapun bentuk masukan data (D), masukan tersebut akan tertunda selama satu pulsa detak untuk mencapai keluaran normal (Q), lalu data di pindahkan ke keluaran pada transisi pulsa detak rendah ke tinggi.





D
FF
CK






 
Data                       Q

Detak

Q








CK

D

Q

Q’
0
X
0
1
1
0
0
1
1
1
1
0
Rangkaian D flip-flop Dan Tabel Kebenarannya.

Berdasarkan dengan tabel kebenaran di atas, x = don’t care atau 1 atau 0,D flip- flop hanya meyimpan data 1 bit. Pada baris 1 pada tabel kebenaran menyatakan D dan CK dalam keadaan sama yakni level rendah dan menghasilkan keluaran rendah pula, kemudian baris 2 saat clock menjadi logika 1 atau level tinggi dan D masih dalam keadaan level rendah, maka keluaran tetap dalam keadaan rendah atau logika 0. Lalu pada baris ke 3 masukan CK dan D sama-sama dalam
keadaan tinggi sehingga menyebabkan Q menjadi 1.



                                              1

                                                          0

1


CK                                                            0

1

                                                          0

Diagram waktu D Flip-flop


3.4 JK Flip-Flop
adalah  rangkaian  flip-flop  yang  mencacah  banyaknya    positive  edge trigger (pada saat tepi naik) atau negatif edge trigger (pada saat tepi turun). Piranti ini dapat di anggap sebagai flip-flop universal, flip-flop ini mempunyai 3 masukan sinkron yang di ilustrasikan dengan label J, K dan CK. Masukan J dan K merupakan masukan data dan masukan detak memindahkan data dari masukan ke keluaran. Terdapat juga 2 keluaran yakni keluaran normal (Q) dan komplementer (Q’)


J          J        Q FF
Detak         CK

K         K        Q

JK Flip-Fop



Mode

Operasi
Masukan
Keluaran


CK


J


K


Q


Q’
NC

0
0
Tidak berubah
Reset

0
1
0
1
Set

1
0
1
0
Togel

1
1
Keadaan Berlawanan


Ket :



NC    =  No change atau tetap pada nilai terakhirnya
Togel  =  Keadaan berlawanan dari input sebelumnya atau berpindah ke keadaan lawannya




Berdasarkan mode operasi pada tabel kebenaran di atas, baris ke 1 menunjukkan kondisi tetap atau kondisi terbuka karena masukan J dan K adalah rendah. Kondisi reset dari flip-flop di tunjukkan pada baris 2, bila J = 0 dan K =
1 serta pulsa detak datang pada masukan CK, maka flip-flop tersebut di reset


(Q = 0). Baris ke 3 menunjukkan kondisi set dari flip-flopJK, bila    J = 1 dan K =

0 serta terdapat pulsa detak, maka keleuaran Q di set menjadi 1. Kemudian baris
4 dalam kondisi yang sangat berguna dari flip-flop JK, kondisi ini di sebut posisi togel  (Toggle),  bila  masukan  J  dan  K  keduanysama-sama  tinggi,  maka keluaran akan berlawanan dengan keadan waktu pulsa tiba pada masukan CK.

1
CK                                                                       0

1
K                                                                      0

1

J                                                                       0
1

Q                                                                       0

Diagram waktu JK Flip-flop



3.5 T Flip-Flop
Adalah di mana outputnya akan selalu berubah pada saat input datang yaitu input di buat bergerak dari 1 ke 0 (nol).


Q T
Q







1

T = input
0

1

Q = Output
0

T Flip-flop dan Diagram Waktunya


Togel  dapat  di  artikan  sebagai  output  yang  berubah  terhadap  input  yang bergerak dari 1 ke 0, bila tidak ada tanda seperti itu maka dapat di artikan
output berubah terhadap input bergerak dari 0 ke 1.



CLOCK
T
Q
Q’

0
1
0

1
0
0

0
1
0

1
0
1
True Table T Flip – Flop































BAB III. PENUTUP
Kesimpulan

Rangkaian sekuensial mempunyai keluaran yang ditentukan oleh masukan saat itu dan keadaan rangkaian sebelumnya.
Dalam bab ini akan dibahas tentang perancangan rangkaian sekuensial sinkron. Rangkaian ini bersifat sekuensial, yaitu keluaran rangkaian tergantung dari keadaan rangkaian sebelumnya dan membutuhkan elemen penyimpan berupa flip-flop. Rangkaian bersifat sinkron karena perilaku rangkaian dibangkitkan oleh transisi sumber detak yang sama, yaitu sinyal Clk

Saran
Pada pembahasan kelompok kami ini butuh konsentrasi dan pemahaman logika yang baik. Karena dengan teliti maka akan lebih mudah mengerjakan soal logika yang ada pada rangkaian kombinasional ini. Kemudian harus mengerti perbedaan ditiap macamnya serta aturannya. Maka kita akan lebih mudah memahami.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Informatics Engineering Gunadarma University'13

Universitas Gunadarma

Universitas Gunadarma
Universitas Gunadarma

Baak Universitas Gunadarma

Baak Universitas Gunadarma
BAAK Gunadarma

Studentsite Universitas Gunadarma

Studentsite Universitas Gunadarma
Studentsite Gunadarma

Library Universitas Gunadarma

Library Universitas Gunadarma
Library Gunadarma

Pages

Blog Archive