Assalamuaalikum Wr.Wb
BAB III
Ucapan dan Ejaan dan Tanda Baca
·
Ucapan
Ucapan Menurut Saya Asalah Ucapan yang digunakan
manusia untuk bertutur kata dalam berbahasa indonesia ,namun ucapan itu bagi
sebagian besar penuturnya adalah bahasa kedua. Bahasa Indonesia mereka
Terpengaruh oleh bahasa daerah yang telah mereka kuasai sebelumnya, dan
pengaruh tersebut dapat berkenaan dengan semua aspek ketatabahasaan. Pengaruh
nya adalah dalam mengucapkan kata. pengaruh dalam ucapan itu sulit dihindakan
dari daerah satu denga yang lain nya.
·
Ejaan
Ejaan penting sekali dalam kaitannya penggunaan bahasa
indonesia. Dalam tulis-menulis orang tidak hanya dituntut untuk dapat menyusun
kalimat dengan baik, memilih kata yang tepat, melainkan dengan mengeja
kata-kata dan kalimat tersebut sesuai dengan ejaan yang berlaku. Dalam
surat-surat pribadi dan kalimat catatan harian misalnya, ketaatan dalam EYD
tidak mutlak. Ejaan tersebut diumumkan berlaku terhitung mulai 17 Agustus 1945
. sebelum ejaan Soewandi berlaku ejaan Van Ophuysen yang ketentuannya dimuat
dalam Kitab Logat Melajoe yang disusun dengan bantuan Engku Nawawi Gelar Soetan
Ma’Mur dan Muhammad Taib Soetan Ibrahim. Ejaan ini dinyatakan mulai berlaku sejak tahun
1901, sebelum ejaan Van
Ophuysen
berlaku dalam tulis menulis dalam bahasa Melayu, digunakan
huruf 2
Jawi atau
Arab Melayu dan juga dengan huruf Latin dengan ejaan yang tidak
teratur.
dan juga kata
ejaan dalam serapan sedikit contoh berikut;
Contoh ejaan mengandung kata serapan
1. ch , yang lafalnya ch menjadi c
China ->
cina
Check -> cek
2. a
(ain Arab dengan a) menjadi ‘a
‘asr -> asar
Sa’ah ->
saat
Manfa’ah ->
manfaat
3. Aa menjadi a
Paal -> pal
Octaaf -> oktaf
4. ae tetap ae, jika tidak bervariasi dengan e
aerobe -> aerob
aerodynamics -> aerodinamika
5. ae menjadi e jika bervariasi dengan e
haemoglobin -> hemoglobin
haematite -> hematif
6. ai tetap ai
trailer -> trailer
caisson -> kaison
Paal -> pal
Octaaf -> oktaf
4. ae tetap ae, jika tidak bervariasi dengan e
aerobe -> aerob
aerodynamics -> aerodinamika
5. ae menjadi e jika bervariasi dengan e
haemoglobin -> hemoglobin
haematite -> hematif
6. ai tetap ai
trailer -> trailer
caisson -> kaison
·
Penulisan Huruf
a. Penulisan Huruf Kapital
Berikut ini adalah penulisan yang menggunakan huruf
kapital :
1. Mengawali kalimat
2. Huruf awal nama diri
3. Ucapan langsung
4. Huruf pertama yang berhubungan dengan Tuhan dan
Kitab
Suci
Contoh : Semoga Dia diterima disisi- Nya.
5. Dalam kaitannya dengan nama diri, gelar kehormatan,
keturunan, atau keagamaan.
Contoh : Haji Muhidin
6. Nama jabatan apabila dikaitkan dengan instansi atau
nama
daerah.
Contoh : Drs.Ir Dahrawie
7. Nama diri atau nama lembaga yang terdiri dari
beberapa kata
Contoh : Muchamad Rizky Apriansyah
Departemen Transmigrasi dan Transportasi
8. Kata-kata dengan pengertian umum ditulis dengan
huruf kecil.
Contoh : Suatu kota dikepalai oleh walikota
9. Nama diri yang kemudian menjadi nama jenis, tidak
ditulis
dengan huruf kapital.
Contoh : Dia membeli masakan padang.
b.Huruf Tebal dan Huruf Miring
- Nama lembaga, judul buku atau nama majalah.
Contoh : Pedoman Hidup Di Jakarta
- Judul naskah yang dicetak sebagai buku
Contoh : “ Chairul Anwar Si Anak Singkong “
- Menegaskan atau mengkhususkan kata, bagian kata atau
kelompok kata.
Contoh : Dia bukan menipu tetapi ditipu.
- Menuliskan nama ilmiah atau ungkapan asing yang belum
disesuaikan ejaannya.
Contoh : Politik devide et impera pernah menghancurkan negeri
ini.
- Nama lembaga, judul buku atau nama majalah.
Contoh : Pedoman Hidup Di Jakarta
- Judul naskah yang dicetak sebagai buku
Contoh : “ Chairul Anwar Si Anak Singkong “
- Menegaskan atau mengkhususkan kata, bagian kata atau
kelompok kata.
Contoh : Dia bukan menipu tetapi ditipu.
- Menuliskan nama ilmiah atau ungkapan asing yang belum
disesuaikan ejaannya.
Contoh : Politik devide et impera pernah menghancurkan negeri
ini.
·
Penulisan Partikel dan
Awalan
Partikel
pun setelah kata benda, kata kerja,kata depan,atau kata bilangan dituliskan
terpisah karena pun yang seperti itu merupakan sutu kata utuh yang mempunyai
makna penuh.
Salah: >>> Benar :
sayapun >>> saya pun
satu kalipun >>> satu kali pun
apapun >>> apa pun
datangpun >>> datang pun
ke manapun >>> ke mana pun
sayapun >>> saya pun
satu kalipun >>> satu kali pun
apapun >>> apa pun
datangpun >>> datang pun
ke manapun >>> ke mana pun
Partikel pun yang terdapat pada kata penghubung
dituliskan serangkai karena dianggap sudah padu.
Salah : >>> Benar :
ada pun >>> adapun
andai pun >>> andaipun
bagaimana pun >>> bagaimanapun
biar pun >>> biarpun
kalau pun >>> kalaupun
atau pun >>> ataupun
kalau pun >>> kalaupun
kendati pun >>> kendatipun
meski pun >>> meskipun
sungguh pun >>> sungguhpun
walau pun >>> walaupun
sekali pun >>> sekalipun
ada pun >>> adapun
andai pun >>> andaipun
bagaimana pun >>> bagaimanapun
biar pun >>> biarpun
kalau pun >>> kalaupun
atau pun >>> ataupun
kalau pun >>> kalaupun
kendati pun >>> kendatipun
meski pun >>> meskipun
sungguh pun >>> sungguhpun
walau pun >>> walaupun
sekali pun >>> sekalipun
Partikel per yang berarti mulai, demi, dan tiap
dituliskan terpisah dari bagian kalimat yang mendampinginya.
Salah : >>> Benar :
per-Januari >>> per Januari
satu persatu, satu per- satu >>> satu per satu
perhari,per-hari >>> per hari
per-Januari >>> per Januari
satu persatu, satu per- satu >>> satu per satu
perhari,per-hari >>> per hari
Per yang merupakan bagian bilangan pecahan
dituliskan serangakai.
Salah : >>> Benar :
Tiga per sepluh >>> tiga persepuluh
Tujuh dua per tiga >>> tujuh dua pertiga
Tiga per sepluh >>> tiga persepuluh
Tujuh dua per tiga >>> tujuh dua pertiga
Dalam bahasa Indonesia banyak
dijumpai awalan serapan dari bahasa asing, khususnya bahasa Barat, seperti
bahasa Inggris, Belanda dan Latin. Sebagaimana sebagai awalan dalam bahasa
Indonesia asli, penulisan awalan serapan ini harus dituliskan serangkai dengan
bentuk / kata dasarnya.
Jenis, makna, dan awalan serapan sebagai berikut.
Awalan Serapan Makna Contoh Hasil Bentukan
a-, i- tidak, tanpa amoral, asusila, irasional, ilegal
non-, nir- tidak nonaktif, nonbudgeter, nirlaba, niraksara
in-, dis tidak informal, inkonvensional, disfungsi,
diskualifikasi
awa- tidak awalaras, awabau, awahama
anti- lawan antiperas, antikorupsi, antonim
kontra- lawan kontraroduktif, kontrarevolusi
de- hilang, kurang degenerasi, debirokratisasi
re- ulang, kembali regenerasi, reorganisasi, reboisasi
auto- sendiri autobiografi, autodidak, autokritik
swa- sendiri swadaya, swasembada, swalayan
tuna- tidak memiliki tunakarya, tunawisma, tunasusila
pra- masa sebelum prasejarah, prasekolah, prajabatan
pasca- masa sesudah pascasarjana, pascapanen
mikro- kecil mikrobiologi, mikroorganisme
makro- besar makrokosmos, makroekonomi
adi- besar,unggul adikuasa, adidaya, adikarya
pramu- pelayan pramuniaga, pramusaji, pramuwisata
purna- penuh, selesai purnajual, purnabakti, purnawaktu
bio- hidup biokimia, biodata, biografi
semi- setengah semifinal, semipermanen
dur- buruk, jelek durjana, dursila, durkarsa
multi- banyak multikultur, multietnis, multifungsi
poli- banyak poligami, polisemi, poliandri
Jenis, makna, dan awalan serapan sebagai berikut.
Awalan Serapan Makna Contoh Hasil Bentukan
a-, i- tidak, tanpa amoral, asusila, irasional, ilegal
non-, nir- tidak nonaktif, nonbudgeter, nirlaba, niraksara
in-, dis tidak informal, inkonvensional, disfungsi,
diskualifikasi
awa- tidak awalaras, awabau, awahama
anti- lawan antiperas, antikorupsi, antonim
kontra- lawan kontraroduktif, kontrarevolusi
de- hilang, kurang degenerasi, debirokratisasi
re- ulang, kembali regenerasi, reorganisasi, reboisasi
auto- sendiri autobiografi, autodidak, autokritik
swa- sendiri swadaya, swasembada, swalayan
tuna- tidak memiliki tunakarya, tunawisma, tunasusila
pra- masa sebelum prasejarah, prasekolah, prajabatan
pasca- masa sesudah pascasarjana, pascapanen
mikro- kecil mikrobiologi, mikroorganisme
makro- besar makrokosmos, makroekonomi
adi- besar,unggul adikuasa, adidaya, adikarya
pramu- pelayan pramuniaga, pramusaji, pramuwisata
purna- penuh, selesai purnajual, purnabakti, purnawaktu
bio- hidup biokimia, biodata, biografi
semi- setengah semifinal, semipermanen
dur- buruk, jelek durjana, dursila, durkarsa
multi- banyak multikultur, multietnis, multifungsi
poli- banyak poligami, polisemi, poliandri
·
Tanda
Baca
1.
Angka
dipakai untuk menyatakan lambang bilangan atau nomor.
Dalam tulisan umumnya Digunakan angka Arab dan
angka Romawi
Angka Arab : 1,2,3,4,5,6,7,8,9, dst
Angka Romawi : I, II, III, IV, V VI, VII, dst
2.
Angka Digunakan Untuk Menyatakan
a.ukuran panjang, berat, luas ,dan isi
b. satuan waktu
c. nilai uang
d. kuantitas
Contoh
12 centimeter
10 liter
24 jam
3.
Angka biasanya dipakai untuk melambangkan nomor
jalan, rumah, apartemen, kamar, atau alamat
Contoh :
Jalan H, Midar II No. 56
Hotel Salak Kamar 230
4.
Angka digunakan untuk menomori bagian karangan dan
ayat kitab suci
Contoh :
Bab III, pasal 28, halaman 300
Surat Al-Baqarah ayat 290
5.
Penulisan lambang biilangan dengan huruf dilakukan
sebagai berikut :
a.Bilangan Utuh
Contoh :
Dua Puluh enam 26
Delapan belas 18
b. Bilangan Pecahan
Contoh :
Setengah ½
Sepertiga 1/3
Koma digunakan untuk menandai adanya jeda dalam suatu
kalimat, membatasi nama dan gelar yang terletak dibelakang
nama, jumlah rupiah, ketip dan sen.
Contoh : Prof. Dr. Dahrawi S.OS. Msi
Rp 5.500,00
kalimat, membatasi nama dan gelar yang terletak dibelakang
nama, jumlah rupiah, ketip dan sen.
Contoh : Prof. Dr. Dahrawi S.OS. Msi
Rp 5.500,00
·
Titik Koma (;)
Tanda titik koma digunakan untuk memisahkan bagian
kalimat
yang sejenis dan setara.
Contoh : Bulan makin terang; si Budi belum juga pulang.
yang sejenis dan setara.
Contoh : Bulan makin terang; si Budi belum juga pulang.
·
Titik Dua (:)
Tanda titik dua dipakai akhir suatu pernyataan yang
lengkap dan
diikuti oleh rangkaian atau perincian.
Contoh : Pelangi ada beberapa warna yaitu: merah , kuning, dan hijau.
diikuti oleh rangkaian atau perincian.
Contoh : Pelangi ada beberapa warna yaitu: merah , kuning, dan hijau.
·
Tanda Petik (“…”)
Tanda petik digunaka untuk menandai kata-kata yang
tidak digunakan dalam arti sebenarnya.
Contoh : Dia memang “Keras Kepala”
·
Tanda Hubung (-)
Digunakan untuk menghubungkan kata yang diulang
Contoh : Binatang reptil Bunglon warna reptil tersebut
bisa berubah-ubah




0 komentar:
Posting Komentar